Minggu, 01 November 2009

Wayang Orang Greget Museum [WOGEM}


W.O.G.E.M ”Wayang Orang”, Greget Museum

( Bangga Peduli Budaya : ” Tali Pita Tali Sepatu ” sesama insan Pariwisata harus Bersatu, kalau ingin Maju )


Oleh Drs.Bambang Sugiharto,MPd.

Sejak lama Ibu Kota Jawa Tengah memiliki Grup Wayang Orang yang kondang Ngesti Pandowo, yang pernah mempunyai Gedung Ngesti Pandowo, Wayang Orang Sri Wanito, dengan pentas di Gedung Subokarti jalan Dr.Cipto Semarang dan sederetan panjang nama lain kelompok Wayang Orang di sekitar Kota Semarang. Sayangnya keberadaan Wayang Orang mulai surut seiring kepindahan Ngesti Pandowo ke pinggiran kota Semarang dan banyak faktor lain termasuk kepedulian Pemerintah dan masyarakat terhadap wayang orang yang semakin terpuruk. Banyak juga kelompok seniman yang mengupayakan bangkitnya kembali Kesenian Wayang Orang, lembaga yang masih nguri-uri Wayang orang di Semarang semisal Taman Budaya Raden Saleh, Dewan Kesenian Semarang dan sebagainya.
Adalah Sanggar GREGET kelompok seniman yang konsisten akan meneruskan kelestarian Wayang Orang dikomandani Bambang Priambodo bersinergi dengan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita dan seniman serta pemerhati Wayang Orang di Jawa Tengah menorehkan tajuk Wayang Orang Greget Museum ( WOGEM ) sebagai agenda rutin Pentas Wayang Orang kelompok Sanggar Greget bersama seniman lain setiap Sabtu Kliwon malam Minggu Legi di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Jl.Abdurahman Saleh 1, Kalibanteng Semarang.
Pentas perdana WOGEM tanggal 24 Oktober 2009 pukul 19-00 WIB – 21.30 WIB secara gratis untuk masyarakat umum pemerhati Wayang Orang di Semarang dan sekitarnya. Dengan Lakon ” Karna Lahir – Sayembara Kunti ” didukung oleh sederet sanggar seni Sanggghita, Cahyo Kreasi, Jejaka, Sukma, Lidwina, Yuwono, Srikandi, Tanah Putih, Rahma Sari, dari Semarang- Satria –Wonosobo, Singo Barong – Demak, Warangan Merbabu – Magelang, Puspita Sakanti – Temanggung dan Studio Taksa – Surakarta secara profesional berkolaborasi menggarap setiap episode WOGEM.
WOGEM mengahadirkan jatidiri Budaya Jawa Tengah sebagai bentuk pelestarian Wayang Orang dengan kemasan arif dan matang dengan berakar tetap eksisnya Budaya Adi luhung, segmen pemirsa dan pemerhati masyarakat umum mulai anak-anak, remaja, Dewasa, Pelajar, Mahasiswa dan Orang tua yang menjadi target menuntut kreativitas seni dan konten yang multidinamis.
Terobosan seni pertunjukan WOGEM sekaligus mengisi agenda Tahun Kunjung Musuem 2010 dan Tahun Kunjung Jawa Tengah 2011 secara penuh, Lakon ”Pandawa Lahir” digelar mengawali tahun kunjung Museum 2010 pada tanggal 2 Janauari 2010, serta tgl 6 Februari 2010 dengan Lakon Dewa Ruci dan seterusnya setiap bulan gratis bagi masyarakat umum.
Epos Bharata Yuda akan digelar awal 2011 sampai sepanjang tahun, dan yang lebih penting bagaimana kepedulian anda, kepedulian masyarakat terhadap Budaya Jawa Tengah khususnya Wayang Orang agar tetap lestari dan tidak diklaim oleh Mancanegara. Kita sendiri yang harus peduli.
Dukungan anda menjadi bukti konkrit pelestarian Wayang Orang, dengan mengutip Sesanti Dinbudpar Propinsi Jawa Tengah ” Tali Pita Tali Sepatu ” sesama insan Pariwisata harus Bersatu, kalau ingin Maju.



Oktober 2009.