Selasa, 29 September 2009

Pelestarian Wayang Kulit


Menyongsong Visit Museum Year 2010:


Pelestarian Wayang Kulit, Budaya Tradisional
Koleksi Museum Jawa Tengah Ranggawarsita


Oleh : Drs. Bambang Sugiharto,MPd.

Museum Propinsi Jawa Tengah Ranggawarsita, merupakan Museum yang memiliki koleksi terbesar, dan merupakan Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah. Dengan kelengkapan 56.000 koleksi berbagai jenis siap menyongsong Visit Museum Year 2010. Sebagai lembaga pelestari Budaya phisik maupun Budaya hidup, maka Museum Jawa Tengah Ranggawarsita telah melakukan berbagai upaya mulai pementasan Wayang Orang, Wayang Kulit dan wayang lainnya, pameran khusus Wayang Koleksi Museum, sampai Apresiasi Wayang untuk pelajar dan Pergelaran rutin Wayang Kulit Selasa Kliwon dan Pergelaran Wayang Kulit HUT Museum tiap tahun belum lagi acara Wayang Orang Greget Museum ( WOGEM) setiap Sabtu Kliwon mulai November 2009.
Ki Demang Suryanto, sebagai pemerhati Budaya sekaligus pelaku pelestari Budaya Wayang dari Museum Ranggawarsita, merupakan sosok PNS yang peduli dan Bangga akan warisan Budaya Wayang Kulit. Bagaimanapun Koleksi Wayang yang tersimpan di Museum Ranggawarsita sejumlah 13 jenis wayang, dengan total 20 buah peti atau 1982 buah wayang mulai wayang : Beber, Klitik, Wahyu, Kancil, Budha, Golek Menak, Golek Purwa, Suket, Kulit Purwa dan Potehi atau wayang china tidak dapat lagi ditonton atau dipagelarkan di daerah-daerah. Bahkan ada jenis wayang yaitu Klithik yang mulai sulit mencari Dalang yang masih memainkan wayang Klithik.
Berbekal akan kepedulian tadi maka Ki Demang dan teman pemerhati sekaligus pelaku Budaya Wayang Kulit yang tergabung dalam kelompok Maju Kareb, dengan setia “nggladi pringgitan” dalam forum Pagelaran Wayang Kulit Selasa Kliwon-an di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Jl Abdulrakhman Saleh no 1 Semarang.
Uniknya kelompok ini melaksanakan pagelaran wayang kulit dengan biaya sendiri atau iuran dari semua anggota serta donatur masyarakat untuk biaya pementasan, dan difasilitasi sarana tempat dan peralatannya oleh Museum Jawa Tengah Ranggawarsita.
Sebut saja Dalang Suryanto, Dalang Sunaryo DS, Dalang Oon Sartono, dan Dalang Tugino dan Dalang Jayeng adalah buah dari kepedulian kelompok ini. Mereka telah banyak menerima tawaran main di berbagai daerah yang berarti telah ikut melestarikan budaya tradisi wayang kulit. Pagelaran Selasa Kliwon terakhir 28 September 2009 ( Ki Jayeng) mengambil lakon Noyorono Rabi ( Kresno Kawin /Menikah) dan pagelaran berikut adalah Selasa Kliwon ( Anggara Kasih ) tanggal 02 November 2009.

Pelestarian Wayang Kulit yang telah dilaksanakanara rutin oleh Museum Ranggawarsita melalui Konservasi Fumigasi, setiap tahun rata-rata 6 peti wayang atau setara 660 buah. Sejak 2007 sampai 2009 selama tiga tahun terakhir 18 peti wayang telah dikonservasi. Idealnya tiap peti harus dikonservasi dengan Fumigasi setiap tahun sekali, sedangkan sekarang baru 3 tahun sekali setiap peti ( 20 peti koleksi seluruhnya ) mendapat giliran konservasi . Kendala utama adalah kemampuan lembaga dalam hal apenyediaan biaya konservasi.
Akses transportasi yang sering menjadi kendala bagi Daerah Tujuan Wisata tidak berlaku bagi Museum Ranggawarsita, lokasi yang sangat strategis di Bundaran Kalibanteng Semarang, hanya 1 Km dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang
Semoga kita masih peduli pada warisan budaya wayang kulit.

Semarang, akhir September 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar